Saturday, July 22, 2017

To Be Or Not To Be

Hei para pecundang out there, LOL. Jumpa lagi dengan abang tamvan disini. Lama ya bos gak bersuo, sekali bersuo mari kita berkudo-kudo. Kau yang jadi kudanya tapi :D

Beberapa bulan terakhir ini memang saat-saat terburukku vroh, disitu fisik, mental, dan intelijensiku jatuh ke titik terendah. Inipun sebenarnya aku sedang demam plus batuk secukupnya, tapi there's something I want to share with you!

Di beberapa bulan tadi, aku harus bekerja pagi - siang - sore - malam to cover my fu*king *ss, aku memang dilanda kebangkrutan finansial, beberapa harus aku hadapi tanpa boleh beralasan. Di rentang itu juga, aku dihadapkan harus mengerjakan proyek melelahkan, meskipun di bidang yang paling kusuka, tapi situasi dan kondisi menyulapnya seolah kerja paksa, penuh tekanan, aku depresi. Disaat bersamaan, aku juga ada kendala kesehatan. Fu*k! Seolah belum cukup, aku juga mesti me-manage perasaan dan pernak-pernik sentimental terhadap seorang betina yang sukses bikin aku dilema. Dilema yang kelasnya paling tinggi. Dan bagian terburuk dari semuanya adalah, aku harus menghadapinya sendirian. All alone!

Ada satu hari, aku duduk lama di tepi danau memikirkan semua. The question is why? Aku mencari-cari jawaban. Tiap manusia memang punya masalah. Aku belum bisa merinci satu persatu, mungkin bagi kalian terdengar standar, bagiku menjadi berat karena ada bumbu-bumbu kegelapan yang aku tak bisa cerna. Tapi, hal-hal diatas yang kusebut, sebenarnya, ini sebenarnya, dan seharusnya, bukan masalah buatku. Kenapa aku babak belur? Aku menelusurinya, dan berakhir pada hal konyol yang lebih dari 20 tahun aku gak pernah lakuin, membaca Alkitab! Can you fu*king believe that? Karena tak ada lagi sumber pertolongan, aku dengan lugunya mencoba berharap pada buku yang halamannya super tipis-tipis itu. Kubaca, dan kubaca. Sejauh ini aku sudah mengulang, dari kitab Kejadian ke Wahyu, started back to Kejadian, and so on.

What did I get?

Sebelumnya, aku harus katakan ini, bukan pamer, I just wanna say sehebat apapun manusia tak akan bisa melawan hukum-hukum tak terlihat, mau muntah boleh tapi maaf ini fakta vroh, aku capable di banyak bidang, dari music, art, technology, IT, politics, math, economics, filsafat, sastra, science, sports, you name it! I can always do them better than any average Joe out there. Capable dalam artian karena aku memang menggeluti dan mempelajari tiap-tiap itu selama belasan dan puluhan tahun. Beberapa aku punya sertifikat kelayakan. Tapi apakah ada jaminan kau bisa survive dalam hidup? Big NO!

Lalu...

Awalnya aku membaca kisah tokoh-tokoh "hero" di Alkitab. Semakin kubaca semakin kutemukan benang merah diantara mereka, sebuah persamaan yang membawa orang-orang itu pada kehidupan yang nyaris sempurna. Apa itu? Mereka menyerahkan diri bulat-bulat ke Tuhan yang mereka percaya dan sembah. Penyerahan diri tanpa syarat, submissive! Penyerahan yang membentuk pemikiran "apapun yang terjadi dalam hidupku, terjadilah, itu kehendak Tuhan". Penyerahan yang membangun keberanian, karena berasumsi jika Tuhan bersamamu, apalagi yang ditakutkan?

That's it! Itulah yang aku gak punya, berserah dan keberanian. Dan apakah kau harus menjadi seorang Kristen untuk bisa memahami ini? Gak harus. Apapun agamamu, bahkan tanpa agama pun, kau bisa memeluk konsepnya, meskipun dari detik-detik ini aku memutuskan untuk menjadi seorang Kristen yang baru, semakin aku menggalinya, semakin aku bergairah.

Kenapa aku gak berserah dan gak gak punya keberanian?

Aku mulai merunut kisah-kisah hidup, jauh ke belakang. I found out that, ternyata aku ini orang yang tidak bahagia. You know what, bahagia tidak bahagia sebenarnya pilihan. Yah, aku memelihara dendam, pikiran negatif, aku gak nyaman dengan diri sendiri, tidak yakin dengan keputusan-keputusanku. I want to fix them all.

Aku mau berserah, ikhlas, atau apapun istilahmu. Berserah dengan cara mulai mensyukuri apapun yang kau punya hari ini, apapun itu, dari hal yang kau suka sampai benci, dari perasaan menyenangkan hingga sakit. Dari gembira sampai ketidakrelaan.

Aku mau mengarungi hidup dengan berani, memulai berani dengan cara sederhana, hanya berpikir yang baik-baik saja, buang pikiran-pikiran buruk dan tidak perlu. Aku butuh keberanian, untuk lepas dari rasa takut terhadap apapun. Bahkan jika itu kematian.

Disitu masalahnya bermula, aku mengerjakan segala sesuatu dengan tidak bahagia. Aku mencari alasan, mencari pelampiasan, mencari pembenaran, hancurlah awak.

I just want to be happy!

Saturday, August 27, 2016

Faktor Yuanita Christiani Di Take Me Out Indonesia

Aku berasumsi kau udah tau acara macam apa Take Me Out Indonesia. Kalo gak tau gak usah baca. Sia-sia, vroh! Kita singkat TMOI ya. Sebenarnya, aku mau bahas faktor seorang Yuanita Christiani dalam kesuksesan program itu. That's all!

Terlepas ada atau tidaknya settingan, TMOI tetap bisa dianggap sebagai reality show, karena tiap episode terlihat tontonan yang seolah-olah natural tanpa rekayasa. Pesertanya juga diambil dari masyarakat biasa. Intinya sih ajang mencari pasangan. Di TMOI ada 30 cewek jomblo (ngakunya gitu), lalu akan dihadirkan tamu cowok. Para betina ini, kalo tertarik, bisa bersaing mendapatkan si tamu sampe pada tahap akhir si laki-laki diperkenankan memilih satu aja, misalnya kalo yang memperebutkan dia lebih dari satu. Miriplah sama keseharian awak, selalu harus menyeleksi perempuan. OK muntah, silahkan. LOL

Take Me Out Indonesia - WordPress
TMOI diadopsi dari acara luar lah pasti. Gosip, "jodoh", kencan, ramalan, dunia hantu, adalah hal-hal yang masih disukai pemirsa tipi kebanyakan. Sad but true! Secara kandungan, aku bilang TMOI sebenarnya cukup bagus, terutama mengubah paradigma manusia modern tentang hubungal casual dengan lawan jenis yang, you know, terkadang masih dungu-dungu bodoh. TMOI memperlebar wawasan, mungkin karena berasal dari barat, acuannya jadi kesana. Memilih partner, on the first place, memang harus dengan pikiran terbuka, coy! Aku bilang partner ya, terserah itu pasangan mau ngapain, mau bobo bareng juga gak apa kalo itu gaya hidupmu. For me, TMOI lebih ke blind date! Ngomongin jodoh kejauhan, bos! Meski gak menutup kemungkinan berakhir disana. Karena gini vroh, aku pernah nemu tulisan sampah di internet yang bilang kalo TMOI adalah representasi kedangkalan hakikat cinta. F*ck! Hello? Itu hiburan bos, why so f*cking serious? Lagian kau ngomongin hakikat cinta, ngerti gitu, bos?



Saking diminati, Take Me Out menelurkan banyak varian, ada versi dibalik (Take Him Out, tamunya cewek). Konon, di Thailand ada Take Guy Out khusus maho. Aku belum memverifikasi berita ini, dan f*ck, buat apa juga diverifikasi?

Tapi, aku nonton TMOI murni karena kecantikan Yuanita Christiani. Aku menikmatinya di YouTube sih, episode tertentu dimana dia terlihat menggemaskan biasanya aku unduh dan koleksi, so far masih aku gunakan buat hal-hal baik aja. LOL

Yang lain (kebanyakan) menonton dengan alasan materinya secara utuh, mungkin yang lain sisanya mau tengok 30 cewek-cewek itu, etc.

TMOI luar biasa sukses, diperkirakan sebanyak 30% pemirsa tipi di jam yang sama memilih Indosiar. Program ini juga diganjar penghargaan Panasonic Gobel Awards tahun 2010 sebagai acara yang paling banyak diminati konsumen tipi.

Faktor Yuanita Christiani

Si Nita sangat sempurna membawakan acara tersebut. Bukan semata-mata karena dia cantik, meskipun jika kita berhenti disitu, pasti banyak juga yang menonton TMOI karena dia. Itu terbukti dari masifnya forum di dunia maya yang membahas dia. Bahkan, banyak yang sampe berencana ikutan di TMOI bukan untuk mengikuti standar acara, melainkan langsung melamar Yuanita Christiani.

Aku tengok Yuanita Christiani sebagai satu paket lengkap, karena aku kebetulan bukan manusia yang percaya tampilan luar.

Profesional/Skilful
Sangat menguasai materi acara. Si Nitnit selalu nge-blend dengan TMOI, dia (tanpa mengesampingkan host satunya) bagaikan roh. Siapapun, menurutku, gak pas menggantikannya. Gak akan pernah sama!

Empati/Simpati
Gak jarang si Nitnit turun ke tamu cowok, misalnya karena tak seorangpun memilihnya. Yuanita, dengan apa adanya mengekspresikan "kesedihan" yang sama seperti si cowok tanpa ada kesan berlebihan dan lebay (sebagaimana senjata tipi berlogo ikan besi itu, drama queen). Itu bisa aja mewakili perasaan sebagian penonton yang bertanya-tanya hal yang sama. Sebaliknya, jika kebetulan ada tamu cowok yang good looking, dengan latar belakang bagus, Yuanita gak segan-segan memujinya.

Honest
Yuanita kerap melontarkan perasaan-perasaan yang natural. Apapun yang terjadi di panggung, dia mengutarakannya. Ini memberi perasaan nyaman buat penonton bahwa gak ada yang "disembunyikan" disitu, sekaligus memenangkan hati sebagian penonton yang mencurigai TMOI sebagai settingan.

Pembawaan
Sepanjang acara, Yuanita mengusung dirinya yang sejati; elegan, smart, spontan, lucu, dan menggemaskan.

Cantik
No comment lah ya? Nanti bangga kali dia. LOL

Ekspresif
Perhatikan, Yuanita mengalir alami, ketawa kalo lucu kadang terbahak-bahak, dahinya berkerut kalo heran, murung kalo sedih. Gak jaim. Bisa kau tengok? Makanya matamu jangan ke bawah, atau dadanya terus. Hahaha!

Komunikatif
Dengan 30 cewek jomblo, pasangan host, tamu cowok, Yuanita mampu berkomunikasi dengan efisien dan efektif. Apa yang dia omongkan selalu bernilai, dan memang penting.

My 2 cents, please :) arti chemistry dalam bahasa indonesia, arti take me out, blackout indonesia, cerita teke teke, daftar take me out indonesia indosiar, download lagu take me out, foto syur nikita take me out, host take me out indonesia, indonesia me, indosiar com, kiki the potters dan nikita mirzani, lagu take me out, mantan nikita mirzani, me indonesia, nikita mirzani, nikita mirzani 2010, nikita mirzani lagi ml, nikita mirzani sebelum terkenal, nikita mirzani take me out, nikita take me out, pemenang take me out indonesia, pemenang take me out indonesia indosiar, rizal syahdan, take artinya, take celebrity out indonesia, take him out indonesia, take me out indonesia, take me out indonesia nikita mirzani, take me out indonesia season 1, take me out indonesia season 2, take me out indosiar, video take me out, video take me out indonesia, vokalis the potters, www take me out id

Friday, August 26, 2016

Oh Organ Tunggal!

Entah kapan budaya konyol begini dimulai, di kampungku, kalo ada seseorang mati, pada malam-malam sebelum dia dikuburkan akan ada "hiburan" organ tunggal. Para pelayat (terutama dari pihak keluarga) bebas bernyanyi. Gak kenal waktu, bisa sampe jam 4 subuh. Lagu yang dimainkan juga tanpa aturan, dari Maumere sampe Country Road, you name it!

Organ Tunggal - Sanam Ent.

Ini kan jelas-jelas mengganggu tetangga sekitar. Dan di orang Batak, semakin dia tua, semakin lama dimakamkan, penyiksaan model ini akan makin lama terjadi, bisa seminggu penuh. What the f*ck?! OK, selalu ada toleransi buat orang yang meninggal, karena meninggal cuma sekali seumur hidup. Kita maklum.

But, ini esensinya apa ya? Organ tunggal? Sh*t! Volume sound system digeber maksimal, itu belum termasuk kesalahan banyak chords yang dibikin si pemain organ, kuping trauma. Aku membayangkan mainnya tetap di C, tapi memanfaatkan fitur transpose yang udah seperti menu wajib keyboard masa kini.

Mirip dangdutan di Jawa sana, tak kenal waktu, kadang secara arogan menutup akses publik. Bedanya, disana itu temanya having fun, sesuai dengan acara yang dibawakan; sunatan, kawinan, dan hajatan lain yang memang mencirikan senang-senang. Lah ini berduka. Takutnya gini coy, bangkit pula nanti orang matinya, ikut me-request lagu. Kan repot.

Aku menulis jam 3 dinihari gini ya gara-gara itu. Dari jam 7 malam tadi gak berhenti-berhenti musiknya. Padahal nanti aku harus tiba di ladang secepat mungkin, ada agenda penyuluhan pertanian dari organisasi tertentu, lumayan penting.

***
Ompungku yang terakhir meninggal tahun 2002. I said terakhir karena kita biasanya punya 4 kakek/nenek kan. Gak tau lagi kalo kakek nenekmu tukang kawin cerai, bisa banyak. Di tahun itu, organ tunggal udah merajalela, tapi kita gak pake. Ketika malam masih muda (dibawah 12), beberapa kelompok berinisiatif berkolaborasi dalam koor dadakan membawakan tembang-tembang gerejawi. No, aku gak membahas agama. Tapi lirik-lirik yang disajikan sangat kontekstual, teramat pas digunakan dalam kontemplasi terdalam siapapun yang mendengar, merenungkan apa kematian, ke-tidak-abadian hidup, where will you go, what next, siapa kau dan apa fungsimu di dunia.



Lewat tengah malam, sebagian tertidur di sekitar jenazah ompung, sebagian lagi "berjaga-jaga" sambil membentuk kelompok diskusi; politik atau apalah. Mungkin ditemani tuak dalam porsi yang aman. Yang lain main kartu. Pihak keluarga terdekat akan membahas teknis ritual adat selanjutnya. Tradisi itu disebut "melek-melekan", ada di dua kejadian; kematian dan kelahiran. Budaya yang layak dilestarikan, ada banyak pencerahan bisa kau ambil, disamping bisa merekatkan hubungan kekeluargaan, dan bertetangga.

Buang aja organ tunggalmu, vroh! kulon progo, music organ, organ tunggal, organ tunggal dangdut, orgen dangdut, orgen tunggal, orgen tunggal pesona

Wednesday, August 24, 2016

Will You Still Love Me For The Rest Of My Life?

Sebelumnya, aku sarankan kalian persiapkan plastik kresek masing-masing, karena postingan ini rawan bikin muntah berulangkali. LOL!

Here we go, dari ratusan mantan-mantan pacarku itu cuma ada seorang yang benar-benar bikin aku jatuh cinta. Namanya Maria. Ini nama depan asli, gak masalah ya karena yang punya nama itu banyak. Dia berwajah oriental. Dulu Maria kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta elite di Jakarta, aku kerja di perusahaan advertising kecil. Jumpa di gereja awalnya. Dari ratusan cewek yang rata-rata rutin beribadah disana, sensorku langsung mendeteksi keberadaan Maria. Mula-mula curi pandang, terus cari-cari cara menarik perhatiannya, lewat musiklah.

Kalian pernah nonton film-film Hongkong 90-an? Tau Rosamund Kwan, gak? Nah, dia mirip gitu. 11-12. Maria cuma lebih short.

Rosamund Kwan - WordPress
Ini pas momen Natal, 2002. Aku jadi pianis untuk koor muda-mudi dimana Maria termasuk di dalamnya. Kesempatan itu awak gak sia-siakan tebar pesona dengan bermain dan mengaransemen musiknya sesempurna mungkin. Singkat cerita kami bisa mulai komunikasi. Asal bisa aja komunikasi, biasanya chance abang tamvan untuk melumpuhkan para betina bisa sampe 95%. Ayo muntah :D

Cari celah komunikasi pertama lumayan susah. Diakui atau gak, gap antara "Chinese" dan "pribumi" itu ada. Sekalipun dalam konteks seiman (dulu kami seiman, entah sekarang). Semua suku di Indonesia ada kecenderungan begitu kok, masing-masing mencari spesies yang sama.

Manakala ada kesempatan, mulailah Don Juan dari Tobasa membombardir Maria dengan jurus-jurus ala si tamvan. Gentlemanisasi every second, every hour, tiap hari. Kalian bisa pelajari tekniknya disini. Singkat cerita, 3 bulan luluhlah si Maria! Gaya berpacaran? Jangan kau pikir kami pacarannya berdoa bareng sambil baca Alkitab tapi pikiran jorok. Aku gak mau sok-sok berkotbah tapi menginginkan selangkangannya. I'm not that kind of sh*t! Pinggang keatas Maria kerap aku bikin babak belur tiap kali nge-date. She loved it. Cupangan di bagian dada wajib hukumnya. Bawahnya gak lah, aman. Paling dipegang dari luar. Bisa sih lebih, tapi jiwa ksatriaku menolak melakukan perbuatan hina itu. Maria yang tadinya lugu, suka mewek kalo lagi berdoa, kini jadi "bengal". Tapi aku punya konsep tertentu tentang itu, coy! Bukan mau membela diri, kuanggap pendidikan seks yang normal, baik buat dia. Bengalnya pun waktu kami berduaan aja di kamar, diluar, dia tetap seperti Maria yang dikenal orang.

Rosamund Kwan - Desk7

Itulah waktu berpacaranku paling lama, dari Maria kuliah di semester 4 sampai lulus. Hitung sendiri biar ada kerjamu! Starting-nya aku biasa aja ke dia, cuma gara-gara dia cantik, aduhai dan keren. Tapi hubungan yang sangat berkualitas selama bertahun-tahun itu akhirnya bikin aku sangat sangat jatuh cinta.

Aku gak ngerti definisi cinta apaan, yang kurasakan; aku gak bisa berpisah dari dia walau cuma sedetik. Ada rasa rindu yang terlalu padahal dia ada di meja yang satu, aku di meja lainnya, cuma terpisah beberapa meja. Hati kami saling memiliki, kalo kami gak bersama, misalnya dia ada di rumah orangtuanya dan aku di kos, aku gak mendamba wajahnya. Di banyak kasus, aku malah bisa lupa wajahnya. Yang bikin kangen itu "roh" dia, bukan fisik. Macam mana aku bilang ya, jadi jiwaku itu bagai merindukan jiwanya (halah!). Mengingat dia aja bisa senyum-senyum sendiri, di jantung ada seperti desiran, getir-getir enak. Padahal ketemu juga hampir tiap hari. Gak bisa bilang "I love you", atau "Aku cinta kamu" cuma sekali, sehari bisa kuucapkan 200 kali, diapun sama. Kalo dulu tiap ciuman, remasan, atau isapan, pasti dibarengi dengan sesuatu yang keras...sekarang...juga masih sih. Hahaha! Tapi bedanya dulu lebih ke lust, while yang ini mungkin ke rasa sayang. Perbedaannya nyata kok, nikmatnya juga beda :)

Yang lebih konyol mungkin pas kami mau pisahan, baru jalan dari mana gitu ya, terus akan menuju tempat masing-masing, rasanya kek gak rela, coy! Dan lain sebagainya, semua symptoms itu aku anggap sebagai apa yang kalian sebut "jatuh cinta". Dan aku gak bisa jelaskan, kenapa bisa begitu. Padahal, as I said, sebelum-sebelumnya aku juga punya pacar, alot of them! Ratusan!

Sampailah di momen dia akan lulus dan menjadi sarjana. Wacana melanjut ke Amerika udah diutarakan ke aku, ada kokonya disana, di San Francisco. Buatku gak masalah, itu bagus, ya meskipun sakit. Aku gak ngaku kalo itu berat buatku, takutnya berpengaruh sama keputusannya. Apapun yang dia rasa baik untuk masa depan dia, aku dukung. Tapi tolong, jangan lupakan aku. Keep in touch. Gitu aja kubilang.

Minggu-minggu berikutnya dia murung. Menurut pengakuan Maria, ke Amerika bukan keinginannya melainkan orangtua. Ada banyak penafsiran yang bisa kuambil. Salah satunya, memisahkan kami. Orangtua Maria, memang gak pernah sreg sama aku. No matter how hard aku udah coba, aku tetap gak diterima di rumah itu.

"Mengikuti permintaan orangtua juga penting, Ci", panggilan sayangku buat dia adalah "Cici", aku dipanggilnya abang. Kami gak pernah menyebut aku atau kamu, di substitusi jadi kata ganti orang pertama. Aku, mau gak mau, saat itu terpaksa harus mengutip ayat Alkitab, titah ke-5, perintah Tuhan untuk menghormati orangtua tanpa syarat. What the f*ck?!! Padahal dalam hati aku berontak lho, dia gak boleh pergi, gak boleh. Tapi entah kenapa mulut gak bisa sinkron. Aku mikirnya panjang, vroh! Aku gak mau kelak jadi kambing hitam, soalnya aku masih suka jadi manusia. Hahaha! Yeah, you know what I f*cking mean!

***

Saat naas itupun tiba.

Sekitar pagi aku udah bikin janji akan ke rumahnya, mau jalan. Maria menyanggupi. Aku ke rumahnya selalu jalan kaki, sekitar setengah jam. Naik angkot dan bis bisa mutar-mutar, sambung menyambung. Kadang kalo ada duit naik taksi, tapi kebiasaan ini pasti direpetin sama Maria.

Hanya beberapa ratus meter lagi menuju kompleks perumahan mereka, aku telepon. Dulu masih musim wartel. She said, OK.

Tibalah aku di depan rumah megah yang udah familiar, tapi gak macam biasanya. Kalo kami udah janjian, Maria akan duduk menunggu di teras depan, ini dia lakukan biar aku gak "didzolimi" keluarganya. Popo (nenek) dia luar biasa cerewet, bahkan angkuh menurutku. Nengok aku itu macam nengok sampah.

Lengang. Tapi aku bisa perhatikan ada yang mengintip-intip dari tirai. Karena udah kecapekan, aku duduk di tembok luar pagar. Gak berapa lama, keluar pembantu.

"Mau cari siapa, bang?"
Agak bingung juga awak sama pertanyaan itu. Tumben.
"Maria. Ada kan?"

Dia gak menjawab, masuk lagi. What the f*ck was going on?, pikirku. Heran.

Gak berapa lama, datang lagi dia.

"Bang, non Maria-nya lagi pergi, tadi saya lupa", ini jelas akting. Kalimatnya gemetaran, bahasa tubuh berantakan.
"Wah, barusan saya telepon lho mbak. Belum 10 menit. Maria yang angkat malah!", aku berusaha tenang, biar dia gak grogi. Apapun itu, ini hanya suruhan. Bukan salah dia.

"Iya bang, tadi barusan pergi sebelum abang datang itu, ada keperluan mendadak". Ada yang gak beres ini. Tapi aku diam aja.

"Oh gitu ya, boleh minta air putih, mbak? Tolong, kalo mbak gak repot", aku memang sangat haus. Pembantu masuk, aku duduk lagi.

F*ck! Lama, coy! Mungkin dia ambil air putih di Zimbabwe. Ada 20-an menit, belum nongol juga.

Sedan BMW berwarna biru berhenti persis di depan pagar. Seorang laki-laki, berwajah oriental, muncul dari dalam. Seumuranku kayaknya. Tiba-tiba, Maria menampakkan diri dan menghambur keluar. Dia seperti kegirangan melihat kedatangan manusia sebiji itu. Berpelukan. What the f*ck?!! Maria samasekali gak memandang ke arahku, tapi anak matanya iya. Wihout saying any single f*cking word!

Hello?????

Yang lebih sadis, pagar langsung ditutup, dan aku gak ada kesempatan minta penjelasan. Si popo udah berdiri di teras, aku agak ngeri sama dia.

Hancur, vroh! Aku benar-benar hancur! Kau tau daun-daun berguguran di trotoar kota? Begitu sampai di aspal, langsung dilindas puluhan ban mobil sampe habis gak bersisa. Macam itulah hatiku! Mau nangis tapi kok weird, Don Juan masa nangis, mau marah ya marah ke siapa? F*ck!

Rosamund Kwan - Kungfun
Aku telepon, ditutup (semua penghuni rumah memang tau suaraku). Ke nomor ponsel Maria, tak lagi aktif. Email, Friendster (dulu adanya ini), Yahoo Messenger, semua offline. Intinya, sejak saat itu kita gak bisa lagi berkomunikasi. Seminggu sejak kejadian horor tersebut dia berangkat ke Amerika. Ini aku tau dari kawan dekatnya.

Dendam. Sakit hati. Itu berkecamuk tiap hari. Pikiran-pikiran tak sportif pun mulai berdatangan, such as; tau gitu dulu kau aku perawanin dan hamili, Maria! Terus kutinggalkan macam sampah! Asli, coy! Benar-benar menyakitkan! Perih! Aku mengurung diri di kamar kos. Kerja kutinggalkan. Aku sensitif. Dengar ribut sikit diluar, kudatangi, kuajak berantam. Ada setahun aku macam orang gila. Di rentang satu tahun itu, aku membiarkan diri dekat-dekat dengan kengawuran. Aku bukan peminum, lalu bergaul dengan para drunken master, itupun minumannya yang murahan, isinya racun semua. Muntah-muntah sampe pingsan sering, vroh! Pernah muntah darah malah. Bergaulnya dengan orang gak jelas lainnya. Komunitas balap liar, kernet-kernet yang hobinya ke lokalisasi, main judi, jadi keranjingan t0gel. Begadang, makan gak pernah teratur, bisa cuma Indomie berminggu-minggu. F*ck! She destroyed me into f*cking pieces of sh*t!

Bagian terbaik di era kegelapan itu cuma satu; disanalah bersua kawan-kawan dari Team 9. Sahabat-sahabat sejatiku kemudian, belasan tahun tetap awet. Bahkan kasih aku banyak ilmu survival. Tim ini juga yang bikin aku gak bisa sertamerta membenci orang Tionghoa, karena sebagian isinya ya mereka juga.

Bertahun-tahun udah. Aku hampir lupa. Sampai di tahun 2008, entah macam mana caranya, si Maria mengirimiku pesan di Facebook. Padahal aku gak bikin nama asli, foto juga gak. Memang ada sahabat-sahabat dari masa lalu berkumpul di-list, beberapa adalah teman kita berdua.

"Bang, bla...bla...bla...dulu sengaja biar Abang benci dan lupa sama Cici...bla...bla...Cici mau pulang Natalan ini, mau ketemu Abang. Cici masih cinta Abang, bla...bla...bla...Kalo kita bersama lagi, will you still love me for the rest of my life? Bla...bla...bla..."

Jujur, coy...aku berkaca-kaca. Tapi gak bisa mengidentifikasi itu sedih, marah, atau apa. Pertamakalinya Don Juan menangis gara-gara perempuan, b*tch, biasanya mereka yang kubikin tersedu-sedu. Hahaha!

Aku gak balas. Akun Facebook kuhapus permanen.

Tuesday, August 23, 2016

Yuanita Christiani Gak Pake Baju?

Lama gak Googling Yuanita Christiani, gak tau perkembangan terbaru. Kok bisa? Katanya fans? Oh, jadi kalo fans harus tau keseharian dia 24 jam, gitu? Kau pikir aku babysitter si Nitnit? LOL. Kerjaan banyak, coy! Tagihan-tagihan datang berkelompok seperti nightmare. Besides, awak agak unwell udah seminggu, mungkin pengaruh cuaca. Si abang tamvan cidera :) Kalian jenguk akulah, bawa jeruk ya. Hahaha!

OK, gitu aja nanti jadi panjang pula curhatnya.

Entah halaman berapa tadi ya, baca judulnya langsung senyum. Kalangan selebritis (khususnya cewek) di-dzolimi di dunia maya udah biasalah, kena bully, diejek, diedit fotonya, etc. Aku sih udah menduga isinya bakalan ngawur, tapi entah kenapa diklik juga.

Foto I - Blogspot

Disitu ada foto-foto Yuanita dari berbagai sumber, tapi dua yang pasti langsung menyita perhatianmu. Yes, gak pake baju soalnya, vroh! Foto pertama (atas) lumayan impresif, color-tone wajah dan tubuh bisa dibikin sama, pasti jago dia Photoshop atau Corel Draw. Halus. Bukan cuma itu, si pembuat, entah sadar atau tidak, memilih bahasa tubuh yang bermiripan dengan foto sampul di website resmi Yuanita Christiani. Gaya tangan yang menyilang ke belakang. Ini kan, bisa memerangkap manusia-manusia dengan penalaran sederhana. Plus, pengetahuan si pembuat akan korban, aku yakin, lumayan banyak. Salah satunya, dia bisa mereka-reka ukuran "masa depan" Yuanita. Teringat iklan di tipi, "Pas susunya!"

Kalo aku perhatikan ini permainan menempel kepala aja, berulangkali aku cermati, untuk banyak aspek, antara badan dan kepala jauh dari sinkron. Musisi bilang, "Soul-nya gak dapet".

Gambar yang kedua, secara visual smooth. Sialnya langsung ketahuan kalo itu tubuh cewek bule. Kemerahan, very tall, dan yang aku paling notice bagian betisnya, punya si Nitnit tak selangsing itu.

Foto II - Blogspot

Ada watermark, tertulis nama "Juan Sempak". Diposting tahun 2015 tapi tanpa gaung ya sampe sekarang. Berarti rencana si Juan gagal total. LOL. Sempat nge-track ringan juga siapa Juan si trenggiling ini, ternyata dunia dia gak jauh-jauh dari obsesi akan kolor cewek, belahan dada, polos tanpa sehelai benangpun. Udah penyakitan mungkin, perlu berobat.

Ya, kek gitulah Nit konsekuensi jadi seleb. Yang tabah ya, coy! Kalo mau nangis, ada kok bahu abang. Ambil sisi positifnya, Nit! Masih banyak yang penasaran tengok kau tanpa pakaian, means you're interesting!

Monday, August 22, 2016

Kontroversial: Jokowi Dan Sortali

Ada yang tersisa dari lawatan RI-1 ke tanah Batak, penutup kepala "Toga Sortali" yang dikenakan Jokowi jadi perdebatan membingungkan. Akupun heran, 38 tahun jadi orang Batak baru kali ini tengok yang macam itu.

Toga Sortali adalah penutup kepala yang biasanya dipake raja-raja tertinggi dalam koloni orang Batak, konsepnya rumbai Ulos menjuntai di telinga kiri dan kanan pemakainya. Yang dipakai pak presiden juga begitu, hanya saja sedikit lebay, rumbainya berwarna blonde dan terlalu panjang. Kesannya pakde lagi pake wig. What the f*ck?! Yang lebih lucu, rumbai ini kelihatan seperti extension (tambahan). Seharusnya, murni dari kedua ujung Ulos yang dililitkan sedemikian rupa di kepala.

Sortali Jokowi - BatakGaul
Aku pribadi sih gak masalah, setidaknya 90% masih mencirikan Batak Toba, dan apalah urusan fashion dibanding esensi kunjungan orang nomor satu di republik ini kemarin. Yang kusayangkan, entah apa motivasi desainernya (masih rancu, ada yang bilang Merdi Sihombing, sebagian mengatakan Edward Hutabarat), sehingga mister president jadi terlihat lucu. Namun, konon, ini udah terlebih dulu mendapat persetujuan dari tokoh-tokoh adat Batak di Tobasa, so, bear with it!

Kanan: Well-Known Sortali - TribunMedan
Sortali Petinggi Parmalim (Agama Tradisional Batak) - TheJakartaPost

Kalo kau bukan orang Batak, penting gak penting buatmu mungkin aku kasih tau aja, Ulos adalah fabric resmi kami. Ulos, sedikitnya tercatat 20 macam yang diklasifikasikan berdasarkan motif, bahan, dan kerumitan pengerjaannya. Dalam ritual adat, Ulos biasanya disandang, disarungkan, atau diikatkan ke kepala. Bisa juga untuk diberikan kepada orang lain. 20 macam Ulos tadi punya fungsi sakral tersendiri, tidak boleh sembarangan dipake atau diberikan, aturannya ada; kapan, ritual apa, kepada siapa. Contohnya Ulos yang digunakan pakde adalah jenis Tumtuman, dipake/diberikan kepada orang yang dihormati dan dianggap berjasa kepada orang Batak (Toba).

Casual Sortali, Untuk Orang Muda - Blogspot

Kartu Kredit Siluman

Aku heran. Entah kenapa vroh, tiap kali ada kenalan yang merencanakan agenda-agenda ilegal, pasti orang pertama yang mereka ajak konsultasi adalah aku. Mukaku macam kriminal kah? F*ck! Kurang tamvan dan imut apa awak ini?

"Tolonglah bang, hanya ini jalan dapat uang!", rengeknya.
"Mau dapat uang? Ayo ikut ke ladang, kukasih kau 10 hektar lahan kopi!", kujawab gitu.

Jadi, rencananya para cecunguk ini akan mencoba mengajukan aplikasi kartu kredit, dengan data 100% gaib. Gak tanggung-tanggung, aplikasinya puluhan, coy!

Kartu Kredit - CaraJadiKaya
Bentar dulu, kau punya kartu kredit? Capek-capek kita nanti bahas ini tapi ngertipun kau gak. LOL. Topografi wajahmu yang ndeso seolah meyakinkan, jangankan punya, pegang aja mungkin belum pernah. Hahaha, kidding bos. Jangan diambil hati, diambil selangkangan aja ya. Enak lho beradu selangkangan. Nikmat-nikmat ngilu gitu.

So...

Kartu kredit semacam utangan dari bank juga (pake dulu, bayar belakangan), tapi unik, bentuknya kartu. Yuanita Christiani pasti punyalah aku yakin. Keistimewaan lain, kredit ini sifatnya revolving. Gini maksudnya, anggaplah kau pinjam duit ke bank lewat program kredit tertentu, KUR mungkin yang paling banyak dikenal awam. Asumsi; bank mengabulkan sebanyak 10 juta, ini kan kau harus cicil beserta bunganya sampe lunas. Nah, kartu kredit beda vroh, jika bank meluluskan pinjaman 10 juta (biasa disebut limit, atau plafon), selama kau membayar apa yang kau pake, nilai pinjaman akan kembali ke nilai "saldo" awal ditambah pembayaran yang kau lakukan. Aku pake tanda kutip di saldo, karena uang itu bukan punyamu, melainkan punya bank!

OK, kau pasti bingung. Mukamu macam trauma gitu.

Langsung contoh kasus lah. Aplikasi kartu kreditmu disetujui bank, limitnya 10 juta. Terus kau belanja-belanja di Indomaret, itu termasuk karet pengaman Sutra, soalnya malam nanti kau berencana menuai kontroversi bersama pacarmu. Total belanja 125 ribu, dengan bangga kau sodorkan kartu kredit ke kasir, dicoloklah ke mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk di-charge. Tau mesin ini kan? Biasanya berserakan di meja kasir, dengan logo-logo bank komersil di Indonesia, tak lupa juga logo network induknya, macam Visa atau MasterCard. Kau pake 125 ribu, berarti "saldo" kreditmu tinggal 9,875,000 rupiah. Kalo kau mau, kau bisa pake itu, sampe 0! Sampai sini kau masih paham?

BNI Paling Banyak Mengeluarkan Kartu Kredit - YouTube

That's it. Setelah itu kau gak pake lagi kartunya, cewekmu ternyata mendua dengan juragan angkot, dan kau putuskan tepat seminggu kemudian. Pada tanggal yang telah disetujui, tagihan kartu kreditmu datang ke rumah, tentunya senilai 125 ribu, itulah jumlah yang harus kau bayar sebelum tanggal jatuh tempo, karena memang kau pake segitu.

Kalo kau bayar 125 ribu, kreditmu kembali ke angka maksimal 10 juta, begitu terus, pake, bayar, pake, bayar. Berulang. Itu maksud dari revolving.

But, kau gak harus bayar persis 125 ribu kok, bisa 70 ribu aja misalnya. Disitulah kau akan kena bunga dalam perhitungan tertentu, harus kau pertanggungjawabkan pada tagihan bulan berikutnya. That's how a f*cking credit card works.

Terus kawanku tadi planning-nya apa?

Gini, mereka akan mengajukan aplikasi kartu kredit namun dengan data-data palsu. Begitu kartu sampai di tangan dan diaktifkan, mereka menarik tunai dananya sampai kering. Gak bayar tagihan of course, bank mau tagih kemana lha wong datanya siluman. Merampok bank lah kasarnya. Bisa gitu? Banyak kok sindikat kartu kredit. Gak sedikit juga yang telah mencicipi dinginnya penjara. Utang piutang memang kasus perdata, namun pemalsuan identitas bisa menjadi wewenang polisi dan hukum.

Aku jadi teringat beberapa tahun lalu waktu masih luntang-lantung di Jakarta, ada baliho-baliho di pinggir jalan bertuliskan "Kaya Modal Kartu Kredit", atau "Solusi Kartu Kredit Untuk Modal Usaha", and something like that sh*t! Semacam workshop, seminar atau apalah.

Kaya Modal Kartu Kredit?

Lelucon macam apa ini? Kita pernah meretas data dari komunitas-komunitas bersangkutan, bisa kita pelajari bahwa yang mereka maksud sebenarnya begini; dana kartu kredit ditarik tunai, lantas dijadikan modal usaha, lalu akan kaya dari situ.

Ini pembodohan. Usaha/bisnis kan bersifat fluktuatif, sementara bunga kartu kredit berjalan terus macam ibu-ibu muda lomba gerak jalan. Awalnya bokong-bokong aduhai mereka masih kelihatan, tapi setelah lewat tikungan langsung menghilang. Gak terkejar lagi. If you can't afford it, jangan main-main dengan kartu kredit, coy! Camkan itu!

Secara matematika, tetap ada kemungkinan itu bisa dicapai, meskipun dengan tingkat keberhasilan kecil. Yang jadi masalah kemudian adalah, peserta seminar sejenis kan biasanya diikuti orang-orang yang kejepit, kepepet, kesusu, kedada, keputing, dan ke-ke yang lain. Para pengusaha benaran mana mau ikut kedunguan macam itu.

Yang cocok pake kartu kredit memang harus orang kaya. Yuanita Christiani misalnya. Karena desain awal kartu kredit adalah mengakomodasi gaya hidup modern dan konsumtif. Jadi gak cocok buatmu ya, vroh! Sana cari mainan lain! Main kelereng aja.

Apakah Bank Bodoh Sampai Bisa Kebobolan?

Bank gak bodoh, cuma ya standar operasi kadang lalai dilaksanakan pion-pion dibawah, Account Officer misalnya, pihak yang bertanggungjawab memberi status approval pada aplikasi. Entah karena mereka kejar target atau apa. Output-nya, Indonesia memang termasuk negara dengan kredit termacet di seluruh dunia. Filterisasi calon debitur bisa dibilang sangat lemah.

Oleh bank-bank di negara kalian ini, rekam rekening seseorang selama 3 bulan bisa dijadikan acuan "Know Your Customer". What the f*ck? Bandingkan dengan Amerika bos, 2 tahun minimal! 3 bulan, betapa gampangnya "menggarap" itu.

Bank bekerja berdasarkan data, selama masih berbicara data, apapun bisa dimanipulasi! "Kaya" yang mereka maksud, mungkin bukan dengan jalan yang indah :) aplikasi kartu kredit online, apply kartu kredit, apply kartu kredit online, bank mandiri, bni credit card, bni kartu kredit, bri kartu kredit, cara buat kartu kredit, cara membuat kartu kredit, cara membuat kartu kredit mandiri, fungsi kartu kredit, kartu kredit, kartu kredit bank mandiri, kartu kredit bni, kartu kredit bri, kartu kredit bukopin, kartu kredit danamon, kartu kredit mandiri, kartu kredit online, kpr, kredit bank, kredit hp, kredit macet, kredit motor, kta mandiri, mandiri kartu kredit, nomor kartu kredit, pengajuan kartu kredit, pengajuan kartu kredit online, pengertian kartu kredit, promo kartu kredit, promo kartu kredit bni, promo kartu kredit mandiri, simulasi kredit