Monday, August 22, 2016

Kartu Kredit Siluman

Aku heran. Entah kenapa vroh, tiap kali ada kenalan yang merencanakan agenda-agenda ilegal, pasti orang pertama yang mereka ajak konsultasi adalah aku. Mukaku macam kriminal kah? F*ck! Kurang tamvan dan imut apa awak ini?

"Tolonglah bang, hanya ini jalan dapat uang!", rengeknya.
"Mau dapat uang? Ayo ikut ke ladang, kukasih kau 10 hektar lahan kopi!", kujawab gitu.

Jadi, rencananya para cecunguk ini akan mencoba mengajukan aplikasi kartu kredit, dengan data 100% gaib. Gak tanggung-tanggung, aplikasinya puluhan, coy!

Kartu Kredit - CaraJadiKaya
Bentar dulu, kau punya kartu kredit? Capek-capek kita nanti bahas ini tapi ngertipun kau gak. LOL. Topografi wajahmu yang ndeso seolah meyakinkan, jangankan punya, pegang aja mungkin belum pernah. Hahaha, kidding bos. Jangan diambil hati, diambil selangkangan aja ya. Enak lho beradu selangkangan. Nikmat-nikmat ngilu gitu.

So...

Kartu kredit semacam utangan dari bank juga (pake dulu, bayar belakangan), tapi unik, bentuknya kartu. Yuanita Christiani pasti punyalah aku yakin. Keistimewaan lain, kredit ini sifatnya revolving. Gini maksudnya, anggaplah kau pinjam duit ke bank lewat program kredit tertentu, KUR mungkin yang paling banyak dikenal awam. Asumsi; bank mengabulkan sebanyak 10 juta, ini kan kau harus cicil beserta bunganya sampe lunas. Nah, kartu kredit beda vroh, jika bank meluluskan pinjaman 10 juta (biasa disebut limit, atau plafon), selama kau membayar apa yang kau pake, nilai pinjaman akan kembali ke nilai "saldo" awal ditambah pembayaran yang kau lakukan. Aku pake tanda kutip di saldo, karena uang itu bukan punyamu, melainkan punya bank!

OK, kau pasti bingung. Mukamu macam trauma gitu.

Langsung contoh kasus lah. Aplikasi kartu kreditmu disetujui bank, limitnya 10 juta. Terus kau belanja-belanja di Indomaret, itu termasuk karet pengaman Sutra, soalnya malam nanti kau berencana menuai kontroversi bersama pacarmu. Total belanja 125 ribu, dengan bangga kau sodorkan kartu kredit ke kasir, dicoloklah ke mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk di-charge. Tau mesin ini kan? Biasanya berserakan di meja kasir, dengan logo-logo bank komersil di Indonesia, tak lupa juga logo network induknya, macam Visa atau MasterCard. Kau pake 125 ribu, berarti "saldo" kreditmu tinggal 9,875,000 rupiah. Kalo kau mau, kau bisa pake itu, sampe 0! Sampai sini kau masih paham?

BNI Paling Banyak Mengeluarkan Kartu Kredit - YouTube

That's it. Setelah itu kau gak pake lagi kartunya, cewekmu ternyata mendua dengan juragan angkot, dan kau putuskan tepat seminggu kemudian. Pada tanggal yang telah disetujui, tagihan kartu kreditmu datang ke rumah, tentunya senilai 125 ribu, itulah jumlah yang harus kau bayar sebelum tanggal jatuh tempo, karena memang kau pake segitu.

Kalo kau bayar 125 ribu, kreditmu kembali ke angka maksimal 10 juta, begitu terus, pake, bayar, pake, bayar. Berulang. Itu maksud dari revolving.

But, kau gak harus bayar persis 125 ribu kok, bisa 70 ribu aja misalnya. Disitulah kau akan kena bunga dalam perhitungan tertentu, harus kau pertanggungjawabkan pada tagihan bulan berikutnya. That's how a f*cking credit card works.

Terus kawanku tadi planning-nya apa?

Gini, mereka akan mengajukan aplikasi kartu kredit namun dengan data-data palsu. Begitu kartu sampai di tangan dan diaktifkan, mereka menarik tunai dananya sampai kering. Gak bayar tagihan of course, bank mau tagih kemana lha wong datanya siluman. Merampok bank lah kasarnya. Bisa gitu? Banyak kok sindikat kartu kredit. Gak sedikit juga yang telah mencicipi dinginnya penjara. Utang piutang memang kasus perdata, namun pemalsuan identitas bisa menjadi wewenang polisi dan hukum.

Aku jadi teringat beberapa tahun lalu waktu masih luntang-lantung di Jakarta, ada baliho-baliho di pinggir jalan bertuliskan "Kaya Modal Kartu Kredit", atau "Solusi Kartu Kredit Untuk Modal Usaha", and something like that sh*t! Semacam workshop, seminar atau apalah.

Kaya Modal Kartu Kredit?

Lelucon macam apa ini? Kita pernah meretas data dari komunitas-komunitas bersangkutan, bisa kita pelajari bahwa yang mereka maksud sebenarnya begini; dana kartu kredit ditarik tunai, lantas dijadikan modal usaha, lalu akan kaya dari situ.

Ini pembodohan. Usaha/bisnis kan bersifat fluktuatif, sementara bunga kartu kredit berjalan terus macam ibu-ibu muda lomba gerak jalan. Awalnya bokong-bokong aduhai mereka masih kelihatan, tapi setelah lewat tikungan langsung menghilang. Gak terkejar lagi. If you can't afford it, jangan main-main dengan kartu kredit, coy! Camkan itu!

Secara matematika, tetap ada kemungkinan itu bisa dicapai, meskipun dengan tingkat keberhasilan kecil. Yang jadi masalah kemudian adalah, peserta seminar sejenis kan biasanya diikuti orang-orang yang kejepit, kepepet, kesusu, kedada, keputing, dan ke-ke yang lain. Para pengusaha benaran mana mau ikut kedunguan macam itu.

Yang cocok pake kartu kredit memang harus orang kaya. Yuanita Christiani misalnya. Karena desain awal kartu kredit adalah mengakomodasi gaya hidup modern dan konsumtif. Jadi gak cocok buatmu ya, vroh! Sana cari mainan lain! Main kelereng aja.

Apakah Bank Bodoh Sampai Bisa Kebobolan?

Bank gak bodoh, cuma ya standar operasi kadang lalai dilaksanakan pion-pion dibawah, Account Officer misalnya, pihak yang bertanggungjawab memberi status approval pada aplikasi. Entah karena mereka kejar target atau apa. Output-nya, Indonesia memang termasuk negara dengan kredit termacet di seluruh dunia. Filterisasi calon debitur bisa dibilang sangat lemah.

Oleh bank-bank di negara kalian ini, rekam rekening seseorang selama 3 bulan bisa dijadikan acuan "Know Your Customer". What the f*ck? Bandingkan dengan Amerika bos, 2 tahun minimal! 3 bulan, betapa gampangnya "menggarap" itu.

Bank bekerja berdasarkan data, selama masih berbicara data, apapun bisa dimanipulasi! "Kaya" yang mereka maksud, mungkin bukan dengan jalan yang indah :) aplikasi kartu kredit online, apply kartu kredit, apply kartu kredit online, bank mandiri, bni credit card, bni kartu kredit, bri kartu kredit, cara buat kartu kredit, cara membuat kartu kredit, cara membuat kartu kredit mandiri, fungsi kartu kredit, kartu kredit, kartu kredit bank mandiri, kartu kredit bni, kartu kredit bri, kartu kredit bukopin, kartu kredit danamon, kartu kredit mandiri, kartu kredit online, kpr, kredit bank, kredit hp, kredit macet, kredit motor, kta mandiri, mandiri kartu kredit, nomor kartu kredit, pengajuan kartu kredit, pengajuan kartu kredit online, pengertian kartu kredit, promo kartu kredit, promo kartu kredit bni, promo kartu kredit mandiri, simulasi kredit

0 comments:

Post a Comment