Wednesday, August 17, 2016

KTP Yuanita & Identity Theft (Part 1)

Enaknya jadi terkenal ngapain dibahas ya, nanti air liurmu berceceran. Gak enaknya aja macam anonymity yang terampas. Kebebasan berubah semu, kecuali kau jenis manusia yang suka dipuja-puja ya gak masalah. Urusanmulah itu sama Tuhanmu. Satu lagi yang paling sering - tapi banyak yang gak sadar - adalah pencurian identitas. Modusnya banyak, dari yang level kampungan seperti "ngaku-ngaku" sampai yang lebih advanced, memakai data tersebut untuk kejahatan secara terencana. Ngaku-ngaku contohnya yang ini, pake nama dan foto Yuanita.

Tanggal lahirmu, di tangan orang yang pintar tapi jahat, bisa berbahaya. Let's have some fun dengan data Yuanita. Tapi ingat, siapapun kau yang menyalahgunakan identitas orang lain, terutama Yuanita Christiani, akan kami buru sampai ke ujung dunia! Coba aja :)

Contoh eKTP - Photobucket
Disclaimer: This is just for educational purpose only! Menyalahgunakan identitas orang lain bisa bermasalah dengan hukum. Kau bisa didakwa melakukan kejahatan tindak pidana.

The Scenario

Ecek-eceknya aku dendam lah sama Yuanita (meskipun sampai kiamat itu hal yang gak akan pernah terjadi). Tanggal lahir udah jelas, 14 April 1986. Jangan bilang kau nge-fans sama dia kalo gak hapal barang ini. Now we need one more f*cking stuff, kediamannya.

Googling sana-sini, ketemu berita rumahnya kebanjiran. Sebenarnya bukan persis rumah mereka yang diserbu air, tapi akses kesitu. Beritanya disini. Ada sepotong kalimat dari Yuanita, "Janjinya Pak Ahok, tahun depan Green Garden gak banjir lagi". Bentar ya, aku bayangkan dulu bibir indahnya mengucapkan kata-kata itu. Sabar, coy! Hahaha

OK. Green Garden. Where the f*ck is it? Kita harus tau dulu itu di kecamatan mana, kabupaten/kota mana. Provinsi udah pastilah DKI, cocok kau rasa? Gak mungkin si Nitnit tinggal di Zimbabwe, soalnya udah jelas-jelas dia sebut nama Ahok.

Dari penelusuran Google ketemu datanya, kecamatan Pal Merah, Kota Jakarta Barat. Pencarian lain mengatakan Green Garden ada di kecamatan Kebon Jeruk. Damai-damai kita, pilih Pal Merah aja. Cukup.

Kau pernah perhatikan KTP-mu sendiri? Taukah kau arti penomorannya? Coba perhatikan ada 16 digit disitu. Namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan). Kita kelompokkan dulu, anggap ginilah: YYCCMMDDXXYYAAAA. Kira-kira penjelasannya adalah, correct me if I'm wrong, kek gini;

YY: Kode Provinsi, DKI adalah 31
CC: Kode Kabupaten/Kota, Jakarta Barat 73
MM: Kode Kecamatan, Pal Merah 07
DD: Tanggal lahir, aturan buat perempuan kan ditambah 40, jadi Yuanita 54
XX: Bulannya, 04 (April)
TT: Tahun, 86
AAAA: Merupakan kode registrasi KTP, ibarat Serial Number mungkin.

Oh ya, untuk tau nomor kode wilayah, Kemendagri punya databasenya, dirilis ke publik disini.

Yuanita Christiani - Twitter
Kalian udah bingung apa belum? Dari teori itu, 12 nomor awal KTP Yuanita Christiani seharusnya 317307540486AAAA. We have an extra f*cking work for AAAA.

Lucky you, KPU kasih fitur cek KTP demi alasan transparansi. Cari sendiri link-nya, vroh! Aku lumayan familiar dengan situs KPU karena dulu tergabung dalam relawan Kawal Pemilu. Basicly kami kumpulan pendukung Jokowi untuk merilis alternatif quick count yang independen dan bebas intervensi. Pendukung Jokowi tapi independen? Macam mana itu? Itulah hebatnya Kawal Pemilu, vroh! Kami bahkan gak punya pikiran mengurang atau menambah suara sebiji pun! Karena yang kami mau adalah kebenaran statistik. Tapi, baiklah, anggap ada beberapa yang salah menginput data, manusiawi, tetap KPU hasil akhirnya kan?

Kalo bebas intervensi, makanan apa itu? Maksudnya gini, kami gak bisa di-ikutcampuri karena kami kerja cepat di jalur underground. Dan semisal ada kecurangan di depan, kami siap dengan bukti. Sekalian aku perlu juga menerangkan cara kerjanya, karena dulu sempat berhembus issue tak sedap. Gini bos, KPU memperbolehkan siapapun mengunduh salinan surat suara. Dan camkan ini, karena mispersepsi sering terjadi di bagian ini; surat suara yang dimaksud bukanlah angka-angka rekap melainkan hasil scan surat suara original dari seluruh TPS di Indonesia. Nah, oleh tim IT Kawal Pemilu, pake metode tertentu pastinya, bisa dengan cepat mengumpulkan surat suara yang saat itu datangnya bergelombang. Begitu masuk, kami langsung gotong royong (kurang lebih 700 orang) menyalinnya secara manual (input data) ke website Kawal Pemilu. Dari seluruh versi quick count, hasil kita yang paling mendekati result akhir di KPU. Movement Kawal Pemilu, kasarnya, bisa dianggap sebagai bluffing ke KPU, it was like, hey dudes jangan main-main kalian ya! Kami punya salinan asli lho! Hitung yang benar!

Dan perlu kalian tau, tim KPU juga gayanya sama, menghitung suara secara manual! Jadi tuduhan peretas segala macam, what the f*ck? Ada yang bilang data KPU disedot, di-edit, terus dikembalikan lagi. Logikanya dimana itu? Udah dibilang hitung manual! LOL. Kalo yang bawah disedot enak, vroh! Lha ini? Seandainya kau penasaran, kau bisa kok ke KPU hari ini, hitung sendiri sana! Kau pikir aku mau terlibat dalam hal-hal unethical? Percayalah sama abang tamvan ini, aku lebih idealis dari siapapun yang bisa kau bayangkan! Miskin cuma status gan, dignity gak bisa dibeli! Bah, kok jadi bahas ini ya. Balik, balik.

Sampe mana tadi, hahaha!

F*ck! OK, yang tadi idenya sederhana, trial and error 4 digit terakhir, dari 0001 sampai seterusnya dimana biasanya gak lebih dari 0010.

And, f*ck! Sampe percobaan 0030 punya Yuanita belum tersibak. KTP maksudnya, bukan yang lain, kau itu ngeres aja. Gak ada otak kau ya, eh...tapi kalo punya gambarnya mau dong, via inbox ya, coy!

So, masalah kita kemungkinan ada 4;

Pertama, nama Yuanita Christiani belum terdaftar di DPT. Tapi berita disini agak menggugurkan itu. Kalian bisa simpulkan dalam bacaan kalo si Nitnit sepertinya sangat siap mencoblos, means gak tersirat kendala apapun.

Kedua, KTP Yuanita tidak dikeluarkan di kecamatan Pal Merah. Bisa aja kan, sebelum-sebelumnya mereka bertempat tinggal di daerah lain, terus beli rumah di Green Garden. Salah satu fitur eKTP adalah berlaku nasional, apabila kau berpindah tempat tinggal, NIK-mu gak akan berubah.

Ketiga, kita udah di track yang benar, tapi 4 digit terakhir nomor KTP Yuanita ada di angka ratusan.

The last but not least, bukan tidak mungkin Yuanita sebenarnya gak benar-benar lahir tanggal 14 April 1986.

Macam mana caranya? Aku akan tunjukkan secara teknikal di postingan berikut (Part 2), makanya jangan pindah channel ya! Terus kalo dapat data KTP orang lain, gunanya apa? Uang vroh, a lot f*cking money if you know how!

Matt, kau curilah data KTP orang lain biar kau bisa bayar utang! Sorry vroh, tamvan begini awak masih punya etika!

0 comments:

Post a Comment